Kakdidik.blogspot.com - Anda tak perlu menjadi seorang peneliti ataupun pakar diet
untuk mengetahui efek buruk makan junk food berlebih pada tubuh. Meski
memang sering kali panggilan setangkup burger berminyak dan kentang
goreng jauh lebih kuat dari pengetahuan Anda tentang nutrisi. Anda tentu
pernah berkata pada diri sendiri, “Ini hanyalah satu burger kecil. Saya
akan pilih makanan sehat untuk makan malam nanti. Burger ini tentu
takkan membuat saya sakit.”
Mulai saat ini, ada baiknya segera berhenti mengonsumsi junk food
dan catat ini: Meski hanya satu makanan tinggi lemak, tinggi gula, atau
jenis junk food apapun itu, dapat mengubah tubuh Anda menjadi sangat
buruk. Berikut tujuh hal buruk yang bisa dilakukan junk food pada tubuh
Anda:
1. Mengacaukan metabolisme
Anda mungkin merasa bersyukur karena memiliki metabolisme yang cepat
dan bisa makan apapun yang Anda inginkan. Tapi, jangan lupa, ini tidak
akan berlangsung selamanya. Ini pelajaran yang didapat dari 12 pria,
semuanya dalam kondisi sehat dan mencoba mengonsumsi makanan tinggi
lemak selama lima hari. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam
journal Obesity, orang-orang yang kenyang dengan mengonsumsi makaroni
keju, sosis, dan sejenisnya, otot-otot mereka mulai kurang efektif
mengubah glukosa menjadi energi. Sementara percobaan lima hari tidak
mengubah sensitivitas insulin secara kesuluruhan pada tubuh, hal ini
menunjukkan adanya potensi besar untuk mengacaukan metabolisme mereka,
jika mereka tetap mengonsumsi makanan seperti itu.
2. Mempersempit arteri
Kebiasaan makan makanan cepat saji akan berdampak pada meningkatnya
kadar kolesterol. Yang lebih mengejutkan adalah satu jenis makanan
tinggi lemak jenuh akan menyebabkan kerusakan langsung pada arteri.
Sementara itu, kolesterol terbangun dari waktu ke waktu yang kemudian
menyebabkan penyempitan pada dinding arteri. Para peneliti memilih rpia
sehat untuk mengonumsi makanan tinggi lemak, seperti sosis, telur, dan
sandwich keju dengan kentang goreng, hasilnya para peneliti melihat
adanya penyempitan dinding arteri sebanyak 24 persen dalam waktu dua jam
setelah mengonsumsi makanan, menurut Canadian study. Penyempitan arteri
juga berarti adanya peningkatan tekanan darah dan berpotensi
menyebabkan masalah jantung.
3. Mengurangi konsentrasi
Jika fokus Anda berkurang setelah makan siang, tak selalu berarti
Anda membutuhkan kopi. Para ilmuwan di University of Cambridge melihat
bahwa setelah 9 hari mengonsumsi makanan tinggi lemak, tikus membuat
lebih banyak kesalahan saat berjalan di labirin dibandingkan dengan
tikus yang diberi makan normal. Saat ini, para peneliti yang sama sedang
mempelajari efek yang sama pada manusia.
4. Membuat Anda merasa lemas tak berenergi
Makanan tinggi gula dan tak berkalori selalu berhasil membuat
siapapun yang mengonsumsinya merasa lelah, gemetar, dan tak kunjung
kenyang. Coba saja pilih sepotong cake dengan es krim sebagai menu
santap siang Anda, tak perlu menunggu waktu lama, insulin dalam tubuh
akan melonjak naik dan mengirim isyarat pada jaringan tubuh untuk
menyerap semua gula. Jaringan tubuh menyerap gula dengan sangat cepat,
menyebabkan perubahan gula darah yang tak kalah cepat. Inilah yang
kemudian akan membuat Anda merasa lelah dan mudah marah.
5. Kulit kusam
Tentu saja junk food membuat perut terasa kembung. Bahkan, studi
terbaru yang dipublikasikan di Immunity menunjukkan bahwa makanan tinggi
lemak juga membuat kulit membengkak. Ketika para peneliti memberi makan
tikus dengan makanan tinggi lemak dibandingkan dengan manusia yang
mengonsumsi junk food, mereka menemukan perubahan pada protein kulit
hewan yang berefek pada inflamasi. Pernahkah Anda mendapati bangun tidur
dengan mata bengkak setelah mengonsumsi alkohol atau junk food sebelum
tidur di malam hari? Ini mungkin bisa menjadi penjelasan.
6. Mengganggu senyawa di otak
Penelitian menunjukkan makanan tinggi gula mendorong pelepasan
opioid dan dopamin, yaitu senyawa yang sama di dalam otak yang
dilepaskan ketika mengonsumsi obat-obatan adiktif. Terlebih lagi,
makanan tinggi gula dan lemak juga berminyak, beberapa ilmuwan
mengatakan sensasi berminyak di dalam mulut tak jarang membuat orang
kecanduan.
7. Perubahan bakteri usus
Mengonsumsi junk food sudah tentu akan berefek buruk pada lingkar
pinggang Anda. Selain itu juga menyebabkan gangguan bakteri baik yang
berperan penting sitem pencernaan Anda. Para ilmuwan baru-baru ini
menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak, dengan
segera terjadi perubahan populasi bakteri dalam usus mereka, menyebabkan
beberapa bakteri berkembang biak dan merusak rantai komunikasi dari usu
ke otak yang bertugas memberitahu Anda untuk berhenti makan.
Ketujuh efek buruk ini dapat terjadi dalam waktu singkat. Bayangkan,
berapa banyak Anda mengonsumsi junk food dan efeknya pada tubuh jika
terjadi terus-menerus? Ada baiknya, mulailah untuk memilih makanan sehat
secara bijak untuk tubuh yang lebih sehat.
Editor: Bestari
JUNK FOOD ITU APA SAJA YAAAA...?
Teman-temen, betapa sering kita mendengar istilah junkfood (makanan
Sampah), namun apakah kita bener-bener sudah faham apa makanan yang
termasuk kategori Junkfood...? ternyata Junkfood itu tidak hanya
FrenchFries (kentang Goreng) atau Hamburger saja.. berikut ini daftar 10
besar Junkfood yang kita bisa lihat sehari-hari.
#1. Makanan kalengan, makanan yang dikemas dalam kaleng biasanya
seperti buah-buahan atau daging, makanan kaleng menjadi tidak sehat
karena setiap makanan kaleng biasanya mengandung bahan pengawet yang
tidak baik bagi kesehatan, bukan hanya itu kandungan gizi dan nutrisi
menjadi berkurang.
#2. Makanan gorengan, kentang goreng, tempe goreng, fried chicken,
keripik singkong, kerupuk, Donut (biasanya makanan gorengan mengandung
kalori dan lemak atau minyak yang tinggi, sehingga dapat mengakibatkan
kegemukan dan sakit jantung koroner, serta dalam proses meggoreng
terjadi zat karsiogenik yang memicu terjadinya penyakit kanker)
#3. Makanan daging yang diproses, sosis, ham dll merupakan makanan
daging yang telah diproses, mengandung bahan pewarna dan pengawet yang
dapat mengganggu lever atau hati,dalam ham terkandung kadar natrium yang
tinggi berakibat gangguan tekanan darah dan ginjal,selain itu juga
dapat memicu penyakit kanker dikarenakan makanan tersebut mengandung
kandungan garam nitrit.
#4. Mie Instant, mie instant mengandung bahan pengawet yang tidah
baik bagi kesehatan, kadar garam di dalam mie instant dapat menyebabkan
beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah serta mie instan juga
mengandung trans lipid yang mengakibatkan gangguan di pembuluh darah
jantung.
#5. Makanan yang dibakar atau dipanggang, makanan yang dipanggang
atau dibakar dapat mengakibatkan makanan menjadi gosong dan zat yang
terjadi dapat memicu terjadinya penyakit kanker.
#6. Keju Olahan, terlalu sering mengkonsumsi keju olahan mengakibatkan meningkatnya berat badan dan meningkatnya gula darah.
#7. Makanan asinan, proses pengasinan makanan membuat kadar garam
di dalam makanan menjadi tinggi sehingga memberatkan proses kerja ginjal
dan beresiko terkena hipertensi serta berpengaruh terhadap lambung dan
usus menjadi iritasi dan meradang.
#8. Makanan manisan kering, makanan ini mengandung garam nitrat dan
bila dalam tubuh bergabung menghasilkan zat karsiogenik dan juga
mengandung esen segai tambahan sehingga dapat merusak fungsi hati, serta
kadar garam yang tinggi beresiko terkena tekanan darah tinggi dan juga
memberatkan proses kerja ginjal.
#9. Makanan manis beku, ice cream, cake beku dll termasuk di dalam
golongan ini, makanan ini mengandung mentega tinggi sehingga bisa
mengakibatkan obesitas dan kadar gula yang tinggi dapat mengakibatkan
berkurangnya nafsu makan.
#10. Makanan dengan daging berlemak dan jerohan, makanan ini
mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang dapat memicu terjadinya
penyakit jantung koroner, kanker usus besar, kanker payudara
Sumber:
https://didiksehat.blogspot.co.id/2015/09/hati-hati-junk-food-merusak-tubuh.html