Rabu, 31 Januari 2018

Belum makan kalau belum makan nasi

Belum makan kalau belum makan nasi

"Yang namanya makan, ya makan nasi. Kalau belum makan nasi, itu namanya belum makan". Meskipun sudah menghabiskan 2 lembar roti, kalau belum makan nasi, ya belum makan. Makan mie, pakai nasi. Sayur sop, ada kentang, tetap pakai nasi. Makan biskuit, tetap harus makan nasi. Begitulah.
.
Diet yang sehat adalah diet yang mencakup keseimbangan zat gizi termasuk zat gizi makro: protein, karbohidrat, dan lemak. Mengurangi atau meningkatkan salah satu dari zat gizi ini dapat berdampak pada tubuh.
.
Mengurangi karbohidrat ke tingkat yang sangat rendah misalnya, dapat menyebabkan tubuh menggunakan protein dan lemak sebagai bahan bakar (diet yang sedang ngetren). Sebaliknya, kelebihan glukosa darah dapat menimbulkan hiperglikemia yang bila berlangsung terus meningkatkan risiko penyakit diabetes atau kencing manis.
.
Anjuran konsumsi karbohidrat Indonesia adalah sebesar 55-65% dari total energi. Angka anjuran ini tentu berbeda di setiap negara. Banyak faktor yang mempengaruhi.
.
Berdasarkan pesan gizi seimbang keempat, konsumsi makanan pokok haruslah beragam. Bukan hanya nasi, kecukupan karbohidrat juga bisa didapat dari makanan sumber karbohidrat yang lain.
.
.
💡Punya pertanyaan seputar diet & gizi? Silahkan kirim pesan. Pertanyaan yang terpilih akan dijawab pada postingan selanjutnya.


Baca selengkapnya

Rabu, 10 Januari 2018

Inilah Beberapa Pemahaman yang Kurang Tepat tentang Diet

Inilah Beberapa Pemahaman yang Kurang Tepat tentang Diet

Terdapat beragam pemahaman tentang diet yang popular di masyarakat. Umumnya, diet sering diidentikan dengan menahan nafsu makan, mengurangi makan atau bahkan tidak makan sama sekali. Sehingga, jika seseorang mengalami masalah kelebihan berat badan, yang ada dibenaknya adalah melakukan diet. Padahal, makna diet sebenarnya lebih luas dari itu.

Adapula yang beranggapan bahwa diet disebut berhasil jika lebih sering BAB, buang air kecil yang rutin, bahkan berkeringat yang banyak. Anggapan ini kurang tepat. Justru, dengan diet yang benar akan membuat Anda jadi lebih sehat, lebih berenergi dan dan lebih bugar.

Kata “diet” pertama kali digunakan pada abad ke-13. Kata diet berasal dari bahasa Yunani yaitu diaita, yang artinya adalah manner of living. Dalam bahasa Inggris, diet didefinisikan sebagai food and drink regularly provided or consumed or the kind and amount of food prescribed for a person for a special reason.

Oleh karena itu, diet bukanlah sekedar mengurangi makanan yang dikonsumsi, melainkan pengaturan pola makan sehat dengan nutrisi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Jumlah makanannya dapat menjadi dikurangi atau ditambah. Tergantung pada kebutuhan setiap orang berdasarkan usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan serta aktivitas yang dilakukan.

Diet dilakukan dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada sebagian orang melakukan diet untuk menjaga kesehatannya atas anjuran dokter atau karena menderita penyakit tertentu, dan ada pula yang melakukan diet karena bermasalah dengan berat badannya.

Nah, mendapatkan bentuk tubuh dan berat badan ideal, juga terdapat perbedaan dalam hal pengaturan pola makan. Baik untuk tujuan menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan (obesitas) maupun untuk menaikkan berat badan bagi yang kurang atau belum mencapai berat badan ideal. Begitu pun untuk tujuan mempertahankan berat badan (pembentukan atau menjaga bentuk otot mereka) serta mengecilkan perut buncit.

Pola makan yang diatur ini, bukan hanya berlangsung 1 atau 2 hari saja. Tetapi setiap hari, sehingga menjadi sebuah pola hidup. Saat diet, sebaiknya tanpa paksaan karena diet yang dilakukan dengan paksaan biasanya hasilnya juga akan kurang maksimal. Butuh kesabaran, kedisiplinan dan konsistensi saat diet agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.


Salam sehat,

Coach Didik & Coach Eno


Baca selengkapnya

Selasa, 09 Januari 2018

Mulailah Dengan Kata Mengapa!

Mulailah Dengan Kata Mengapa!

Hai Selamat Pagi 😍😍😍

Hampir setiap orang yang sukses, pasti memiliki tujuan hidup dan target2 yang bakalan dicapai. Anda mungkin salah satunya.

Sebelum Anda ngelanjutin baca sampe Abis, Setuju kan dengan apa yang barusan Anda baca diatas?

Punya Target Gede, itu suatu keharusan!

Kenapa? Karena saya pun juga sama seperti Anda yang bercita2 untuk membahagiakan keluarga, kedua orang tua, adik dan kakak, pengen sodaqoh fi sabilillah yang banyak, membantu orang2 yang kurang mampu, dan lain-lain

Nah, maka dari itu, kita selalu berusaha mati2an untuk mewujudkan semua itu

Dan sadarkah Anda, saat pengen ngedapetin sesuatu, hampir semua orang bertanya..

"Hmm gimana ya caranya biar bisa mewujudkan itu?”

”Gimana ya caranya biar bisa punya omset puluhan juta dalam sebulan?”

”Gimana ya caranya biar bisa konsisten Sodaqoh ke Sabilillah?”

"Gimana ya caranya nurutin berat badan?"

Betul?

Nah, pertanyaanya... Kenapa selalu kata *Gimana* yang terlintas duluan di benak orang2 untuk mencapai sesuatu??

Coba bayangkan... Padahal kalo disadari, jawaban dari pertanyaan yang diawali kata gimana itu rata2 berujung ke Hal Teknis. Bener?

Apakah itu salah?
Nggak Selamanya!

Hanya aja, Sadar ngga kalo sebenernya ada pertanyaan yang bisa lebih memberikan efek syemangats baru untuk Anda disaat memulai sesuatu.

Apa itu?... Ya... Bener.. Pertanyaan awalan itu seharusnya diawali dengan kata Mengapa?

Why?

Maksudnya?

Jadi begini, misalkan Anda lagi berjuang untuk nurutin berat badan. Seharusnya, yang paling penting sebelum Anda ngelakuin caranya adalah Tanyakan diri Anda Mengapa Anda berjuang untuk turun berat badan? Kenapa saya harus nurutin lemak perut? Kenapa saya harus turun 7 kg sebulan?

Kebayang??

Sadarkah Anda, dari jawaban pertanyaan diatas itu bisa membangkitkan Semangat baru bagi kita. Ya,, yang selalu nge-cas syemangat kita saat kita lagi ga syemangats

Kalo saya #IngatKataGuru, buatlah Strong WHY? kamu yang kuat sebelum ngejalani teknisnya. Nah untuk langkah2 gimana-gimananya, mesti akan diarahkan sendiri ke arah tujuan Anda.

Tulis ini di sadur dari Tips Langsing dan Cantik


Baca selengkapnya

Minggu, 26 Juni 2016

Mitos - Mitos Seputar Berat Badan

Kalau masalah penurunan berat badan, kita akan banyak mendengar mitos yang kita bahkan tidak tahu kebenarannya. Berikut ini beberapa mitos yang sering kita dengar sehari-hari, dan bagaimana anda dapat menyikapinya.



MITOS # 1: Minum air putih / air dingin terlalu banyak membuat gemuk.
Yang satu ini benar-benar hanya mitos. Kembali lagi ke newsletter anda sebelumnya mengenai kenapa kita naik berat badan, anda sudah tahu kita akan naik berat badan kalau total kalori yang kita konsumsi lebih besar dari total kalori yang dibakar badan kita. Nah, yang anda perlu tahu, air putih itu tidak ada kalorinya alias 0 (NOL). Jadi intinya air putih tidak akan membuat anda gemuk. Anda bahkan membutuhkan 8 gelas/hari. Tiap 1 kg kelebihan berat badan, anda perlu 1 gelas ekstra. Berapa kg kelebihan berat anda?
MITOS # 2: Saya Keturunan Gemuk
Kata-kata ini ada benarnya tapi juga bisa dibilang kurang tepat. Benar karena anda mewarisi gen dari kedua orang tua anda. Gen ini menentukan apakah anda tipe orang yang mudah gemuk atau tidak. Kurang tepat karena ini bukan penyebab utama anda gemuk.
Anda gemuk pada dasarnya sebagian besar disebabkan karena kebiasaan yang diturunkan. Misalnya ayah dan ibu anda suka makan makanan yang bersantan, dan masakannya selalu bersantan dan berlemak atau berkalori tinggi. Otomatis apa yang tersedia di meja makan untuk satu keluarga tentunya akan anda makan juga sebagai anggota keluarga. Otomatis, anda sering lihat satu keluarga yang ayah, ibu dan anak-anaknya gemuk semua. Sebetulnya itu tidak perlu terjadi kalau anda bisa mengatur pola makan anda dengan benar dan memiliki aktifitas yang cukup. (Jadi jangan berdalih kalau anda gemuk karena keturunan ya….) karena pada intinya anda yang memilih apa yang anda makan.
MITOS # 3: Makan malam bikin gemuk?
Makan malam tidak akan membuat anda gemuk kalau anda tepat waktu makannya. Normalnya anda bisa makan malam antara jam 18.00 – 19.00. Yang membuat anda lebih mudah gemuk adalah kalau ada tukang nasi goreng tek-tek lewat jam 11 malam, kemudian anda beli, dan setelah makan anda ngantuk dan langsung tidur. Otomatis Badan anda akan mengubah kelebihan kalori tersebut menjadi persediaan lemak.
MITOS # 4: Saya akan turun berat badan kalau mengurangi makan / tidak makan.
Ini adalah sesuatu yang kurang tepat.
Benar, untuk menurunkan berat badan, anda harus mengurangi jumlah kalori yang masuk, atau dengan kata lain, kalori yang masuk harus lebih kecil dibanding kalori yang dibakar. Masalahnya adalah kalau anda mengurangi makan atau kalori yang masuk, otomatis anda juga mengurangi kebutuhan gizi yang dibutuhkan badan anda. Yang terjadi justru sebaliknya, badan anda akan memperlambat metabolismenya, anda akan semakin sulit turun berat badan, dan kalaupun anda turun berat badan, berat anda akan naik lagi seperti semula atau bahkan lebih berat.
Step By Step Program
Ketika anda mengikuti program ini, 10 hari pertama anda akan berlatih untuk memiliki kebiasaan baik – sarapan pagi. Kita akan tetap berkomunikasi dengan baik, sehingga saya bisa mengetahui pola makan anda selama periode tersebut.
Berdasarkan itu, saya bisa membuatkan program untuk manajemen berat badan untuk Anda, dan bisa memulai programnya di hari ke 11. Anda bisa memilih untuk menurunkan 1 kg per minggu atau 3 kg per minggu. Itu terserah Anda. Namun jika anda hanya ingin meneruskan sarapan paginya, juga tidak apa.
Kita menjadi sehat seumur hidup kita, setuju ya? Masa kita ingin sehat hanya 30 hari saja?


Salam Sehat

Didik
085641573693 / https://web.facebook.com/didik.kicko
Baca selengkapnya

Sabtu, 25 Juni 2016

GEMUK ITU SEXY YANG TERTUNDA?

APAKAH ANDA MEMILIKI MASALAH

* Kelebihan BERAT BADAN..?
* Perut Buncit..?
* Gemuk sejak kecil..?
* Sering merasa lelah/capek..?
* Susah menahan nafsu makan..?
* Pernah turun tapi naik lagi..?
Gemuk terancam masalah kesehatan
 
Selamat, karna anda telah menemukan SOLUSINYA. Tugas Kami adalah membantu masalah anda untuk mendapatkan berat badan ideal, menghilangkan lemak-lemak tubuh serta mendapatkan kesehatan yang optimal.

APAKAH ADA JAMINAN BERHASIL?
Jika Anda mengikuti dan mematuhi apa yg saya sarankan Anda akan mendapatkan hasil.

APAKAH PRODUKNYA AMAN?
SEMUA PRODUK HERBALIFE MEMENUHI PAHAM
  • Megadosis Law : Tidak bahaya dikonsumsi dalam jangka panjang atau jumlah yang banyak.
  • Labelling Rule : Tidak ada larangan penggunaan, tua, muda, anak, orang sakit, sehat, dll.
APAKAH ADA EFEK SAMPING?
Jangan khawatir... Produk kami di dukung Sains.


MENGAPA BERAT BADAN SAYA HARUS IDEAL?

Kegemukan (Obesitas) indentik dengan penyakit...
APAKAH ANDA TAHU? 
70% kematian dini disebabkan oleh masalah kesehatan seperti
DIABETES,SERANGAN JANTUNG, KANKER DAN STROKE
dimana 50% penyebabnya adalah karena
POLA MAKAN & NUTRISI YANG BURUK

Rumus sederhana mengukur berat badan ideal

(Tinggi Badan - 100) X 90%


Awasss....hati-hati !!!, bagi anda yang memiliki perut buncit, sangat beresiko terhadap serangan jantung dan stroke

 


Ukur lingkar pinggang anda sekarang, sebagai patokan standar sehat untuk wanita maximum 80 cm dan pria maximum 90 cm. 

Keluhan kesehatan yang paling sering dialami jika anda seperti ini adalah mudah lelah, nafas ngos-ngosan, susah pake sepatu sampai susah berdiri ketika duduk dan secara estetika kurang baik.  

Ini dia penyebab kegemukan


POLA MAKAN BURUK 

Jenis makanan
Berlemak, bersantan, jeroan, terlalu sering makan makanan yang digoreng, makanan siap saji, junk food, dan makanan yang nilai kalorinya tinggi terutama camilan
Volume makanan
Makan nasi terlalu sering dan buanyak sehingga terlalu kenyang.
Waktu makan
Makan berat terlalu malam...(apalagi kalau makan gratisss...ga bisa nolak)


GAYA HIDUP BURUK
Tantangan terberat anda adalah menundukkan rasa malas untuk melakukan olah raga bahkan terkadang cari-cari alasan tidak ada waktu alias sibuk..
Baca selengkapnya

HATI-HATI "JUNK FOOD" MERUSAK TUBUH KURANG DARI 9 HARI

Kakdidik.blogspot.com - Anda tak perlu menjadi seorang peneliti ataupun pakar diet untuk mengetahui efek buruk makan junk food berlebih pada tubuh. Meski memang sering kali panggilan setangkup burger berminyak dan kentang goreng jauh lebih kuat dari pengetahuan Anda tentang nutrisi. Anda tentu pernah berkata pada diri sendiri, “Ini hanyalah satu burger kecil. Saya akan pilih makanan sehat untuk makan malam nanti. Burger ini tentu takkan membuat saya sakit.”


Mulai saat ini, ada baiknya segera berhenti mengonsumsi junk food dan catat ini: Meski hanya satu makanan tinggi lemak, tinggi gula, atau jenis junk food apapun itu, dapat mengubah tubuh Anda menjadi sangat buruk. Berikut tujuh hal buruk yang bisa dilakukan junk food pada tubuh Anda:


1. Mengacaukan metabolisme

Anda mungkin merasa bersyukur karena memiliki metabolisme yang cepat dan bisa makan apapun yang Anda inginkan. Tapi, jangan lupa, ini tidak akan berlangsung selamanya. Ini pelajaran yang didapat dari 12 pria, semuanya dalam kondisi sehat dan mencoba mengonsumsi makanan tinggi lemak selama lima hari. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam journal Obesity, orang-orang yang kenyang dengan mengonsumsi makaroni keju, sosis, dan sejenisnya, otot-otot mereka mulai kurang efektif mengubah glukosa menjadi energi. Sementara percobaan lima hari tidak mengubah sensitivitas insulin secara kesuluruhan pada tubuh, hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk mengacaukan metabolisme mereka, jika mereka tetap mengonsumsi makanan seperti itu.


 2. Mempersempit arteri

Kebiasaan makan makanan cepat saji akan berdampak pada meningkatnya kadar kolesterol. Yang lebih mengejutkan adalah satu jenis makanan tinggi lemak jenuh akan menyebabkan kerusakan langsung pada arteri. Sementara itu, kolesterol terbangun dari waktu ke waktu yang kemudian menyebabkan penyempitan pada dinding arteri. Para peneliti memilih rpia sehat untuk mengonumsi makanan tinggi lemak, seperti sosis, telur, dan sandwich keju dengan kentang goreng, hasilnya para peneliti melihat adanya penyempitan dinding arteri sebanyak 24 persen dalam waktu dua jam setelah mengonsumsi makanan, menurut Canadian study. Penyempitan arteri juga berarti adanya peningkatan tekanan darah dan berpotensi menyebabkan masalah jantung.

3. Mengurangi konsentrasi

Jika fokus Anda berkurang  setelah makan siang, tak selalu berarti Anda membutuhkan kopi. Para ilmuwan di University of Cambridge melihat bahwa setelah 9 hari mengonsumsi makanan tinggi lemak, tikus membuat lebih banyak kesalahan saat berjalan di labirin dibandingkan dengan tikus yang diberi makan normal. Saat ini, para peneliti yang sama sedang mempelajari efek yang sama pada manusia.


4. Membuat Anda merasa lemas tak berenergi

Makanan tinggi gula dan tak berkalori selalu berhasil membuat siapapun yang mengonsumsinya merasa lelah, gemetar, dan tak kunjung kenyang. Coba saja pilih sepotong cake dengan es krim sebagai menu santap siang Anda, tak perlu menunggu waktu lama, insulin dalam tubuh akan melonjak naik dan mengirim isyarat pada jaringan tubuh untuk menyerap semua gula. Jaringan tubuh menyerap gula dengan sangat cepat, menyebabkan perubahan gula darah yang tak kalah cepat. Inilah yang kemudian akan membuat Anda merasa lelah dan mudah marah.


 5. Kulit kusam

Tentu saja junk food membuat perut terasa kembung. Bahkan, studi terbaru yang dipublikasikan di Immunity menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak juga membuat kulit membengkak. Ketika para peneliti memberi makan tikus dengan makanan tinggi lemak dibandingkan dengan manusia yang mengonsumsi junk food, mereka menemukan perubahan pada protein kulit hewan yang berefek pada inflamasi. Pernahkah Anda mendapati bangun tidur dengan mata bengkak setelah mengonsumsi alkohol atau junk food sebelum tidur di malam hari? Ini mungkin bisa menjadi penjelasan.


6. Mengganggu senyawa di otak

Penelitian menunjukkan makanan tinggi gula mendorong pelepasan opioid dan dopamin, yaitu senyawa yang sama di dalam otak yang dilepaskan ketika mengonsumsi obat-obatan adiktif. Terlebih lagi, makanan tinggi gula dan lemak juga berminyak, beberapa ilmuwan mengatakan sensasi berminyak di dalam mulut tak jarang membuat orang kecanduan.


7. Perubahan bakteri usus

Mengonsumsi junk food sudah tentu akan berefek buruk pada lingkar pinggang Anda. Selain itu juga menyebabkan gangguan bakteri baik yang berperan penting sitem pencernaan Anda. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak, dengan segera terjadi perubahan populasi bakteri dalam usus mereka, menyebabkan beberapa bakteri berkembang biak dan merusak rantai komunikasi dari usu ke otak yang bertugas memberitahu Anda untuk berhenti makan.

Ketujuh efek buruk ini dapat terjadi dalam waktu singkat. Bayangkan, berapa banyak Anda mengonsumsi junk food dan efeknya pada tubuh jika terjadi terus-menerus? Ada baiknya, mulailah untuk memilih makanan sehat secara bijak untuk tubuh yang lebih sehat.

Editor: Bestari

JUNK FOOD ITU APA SAJA YAAAA...?

Teman-temen, betapa sering kita mendengar istilah junkfood (makanan Sampah), namun apakah kita bener-bener sudah faham apa makanan yang termasuk kategori Junkfood...? ternyata Junkfood itu tidak hanya FrenchFries (kentang Goreng) atau Hamburger saja.. berikut ini daftar 10 besar Junkfood yang kita bisa lihat sehari-hari.

#1.  Makanan kalengan, makanan yang dikemas dalam kaleng biasanya seperti buah-buahan atau daging, makanan kaleng menjadi tidak sehat karena setiap makanan kaleng biasanya mengandung bahan pengawet yang tidak baik bagi kesehatan, bukan hanya itu kandungan gizi dan nutrisi menjadi berkurang.

#2. Makanan gorengan, kentang goreng, tempe goreng, fried chicken, keripik singkong, kerupuk, Donut (biasanya makanan gorengan mengandung kalori dan lemak atau minyak yang tinggi, sehingga dapat mengakibatkan kegemukan dan sakit jantung koroner, serta dalam proses meggoreng terjadi zat karsiogenik yang memicu terjadinya penyakit kanker)

#3. Makanan daging yang diproses, sosis, ham dll merupakan makanan daging yang telah diproses, mengandung bahan pewarna dan pengawet yang dapat mengganggu lever atau hati,dalam ham terkandung kadar natrium yang tinggi berakibat gangguan tekanan darah dan ginjal,selain itu juga dapat memicu penyakit kanker dikarenakan makanan tersebut mengandung kandungan garam nitrit.

#4. Mie Instant, mie instant mengandung bahan pengawet yang tidah baik bagi kesehatan, kadar garam di dalam mie instant dapat menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah serta mie instan juga mengandung trans lipid yang mengakibatkan gangguan di pembuluh darah jantung.

#5. Makanan yang dibakar atau dipanggang, makanan yang dipanggang atau dibakar dapat mengakibatkan makanan menjadi gosong dan zat yang terjadi dapat memicu terjadinya penyakit kanker.

#6. Keju Olahan, terlalu sering mengkonsumsi keju olahan mengakibatkan meningkatnya berat badan dan meningkatnya gula darah.

#7. Makanan asinan,  proses pengasinan makanan membuat kadar garam di dalam makanan menjadi tinggi sehingga memberatkan proses kerja ginjal dan beresiko terkena hipertensi serta berpengaruh terhadap lambung dan usus menjadi iritasi dan meradang.

#8. Makanan manisan kering, makanan ini mengandung garam nitrat dan bila dalam tubuh bergabung menghasilkan zat karsiogenik dan juga mengandung esen segai tambahan sehingga dapat merusak fungsi hati, serta kadar garam yang tinggi beresiko terkena tekanan darah tinggi dan juga memberatkan proses kerja ginjal.

#9. Makanan manis beku, ice cream, cake beku dll termasuk di dalam golongan ini, makanan ini mengandung mentega tinggi sehingga bisa mengakibatkan obesitas dan kadar gula yang tinggi dapat mengakibatkan berkurangnya nafsu makan.

#10. Makanan dengan daging berlemak dan jerohan, makanan ini mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner, kanker usus besar, kanker payudara

Sumber: https://didiksehat.blogspot.co.id/2015/09/hati-hati-junk-food-merusak-tubuh.html
Baca selengkapnya
Kurang Berolahraga Ternyata Dua Kali Lebih Berbahaya Ketimbang Obesitas

Kurang Berolahraga Ternyata Dua Kali Lebih Berbahaya Ketimbang Obesitas

 
Tahukah Anda, olahraga jalan cepat 20 menit per hari saja bisa membawa perubahan besar bagi tubuh kita? Aktivitas yang lamanya tak sampai 5 persen dari seluruh waktu yang kita miliki dalam sehari ini mampu mengurangi risiko kematian dini, terutama jika kita memang tergolong kurang aktif secara fisik.
Kesimpulan ini didapat para peneliti di Universitas Cambridge, Inggris, setelah menganalisa data lebih dari 330 ribu laki-laki dan perempuan yang menjadi partisipan dalam riset tentang hubungan antara kanker dan diet. Saat menganalisa, tim peneliti menemukan jumlah kematian akibat obesitas ternyata dua kali lebih banyak daripada mereka aktif secara fisik, meski hanya sedikit.
Untuk menilai hubungan antara kurangnya olahraga dan kematian dini, serta bagaimana hal ini berhubungan obesitas, tim peneliti menganalisis berbagai data, mulai dari tinggi badan partisipan, berat badan, ukuran pinggang, dan tingkat aktivitas fisik yang dilaporkan sendiri oleh partisipan. Mereka dianalisis selama 12 tahun, antara 1992 hingga 2000. Selama kurun waktu tersebut, lebih dari 21 ribu partisipan meninggal dunia.
Mereka menemukan, melakukan latihan fisik yang membakar kalori 90-110 per hari saja atau setara dengan berjalan cepat harian 20 menit sudah bisa memindahkan partisipan dari kelompok tidak aktif ke kelompok aktif moderat, serta mengurangi risiko kematian dini 16 -30%.
Hasil riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini benar-benar membuka mata, betapa berbahayanya hidup tanpa berolahraga sama sekali. Di Indonesia sendiri, survey yang dilakukan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia baru-baru ini memaparkan fakta 4 dari 5 orang Indonesia tidak berolahraga secara rutin. Alasan terbesarnya adalah tidak adanya waktu. Masyarakat Indonesia pun masih menghabiskan waktunya rata-rata 10 jam dalam sehari, dengan aktivitas seperti duduk, bekerja di belakang meja, dan menghabiskan waktu berkendaraan.(*)
Sumber: Depkes
Baca selengkapnya